Cerita seks ngentot anak sma

21.25 Add Comment

images (6)

Kumpulan cerita sex, cerita mesum, cerita pemerkosaan dan foto bugil - Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan. Udiyani adalah pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel agent di Bali, sebelum aku pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di cafe. Dengan senyum kemenangan

Cerita seks ngentot anak sma

mendatangi aku yang sedang berdiri tak jauh dari tempat parkir sepeda motor. “Mas Adiet.. Aku lulus..,” teriaknya sembari memeluk aku. Yang aku sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat. “Syukur deh.. Sayang kamu bisa lulus” ujarku ikut gembira. Sesuai rencana sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani apabila dia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya dia menyelesaikan masa SMU dengan baik. Tanpa menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata yang menawarkan pemandangan alam pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi menjelang senja dinginnya sampai menusuk tulang. Dengan mengendarai motor, aku menjalankannya tanpa perlu terburu- buru, karena aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, sesekali dia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak kelakianku mulai tergoda dengan adanya cumbuan- cumbuan Udiyani yang lembut. Perjalanan ke Kintamani melewati jalan yang berkelok-kelok, dikanan jalan ada pemandangan danau bedugul yang sangat indah dengan airnya yang jernih, tapi sayang sore itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita. Aku dan Udiyani memutuskan untuk berhenti sesaat, sambil menikmati udara sore itu di Sebuah cafe kecil di tepian jalan yang pemandangannya langsung menghadap ke Danau Bedugul. Sambil memesan minuman hangat, aku mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum aku menghisapnya dalam- dalam. Aku dan Udiyani Duduk memilih duduk di tempat yang agak ke pojok, karena kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat menikmati pemandangan ke Danau. Setelah menunggu beberapa saat minuman pesanan kita pun datang. Tanpa menunggu beberapa saat, sebelum pelayan pergi Udiyani sudah terlebih dulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa menusuk tulang belulang. Dengan lembut aku memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan. “Kamu kedinginan sayang?” Tanyaku “Iyah nih Mas..” katanya pelan. Sambil memeluk Udiyani aku membisikan kata-kata mesra. “Adiet hangatkan yah sayang..!” kataku lembut di belakang telinga. Udiyani hanya tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya tanda setuju. Udara sepertinya sangat mendukung sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat berpelukan. Ketika ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick. “Ohh.. Mas..” desahnya ketika kecupan lembutku mengantarkannya melambung. Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai menjelang senja. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut. Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua. Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya menyajikan acara live accustic musik. Sengaja aku memilih Hotel yang ada
fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus vokal. Setelah urusan dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar aku langsung rebahan di tempat tidur, karena perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal di persendian. “Mas.. Aku mau mandi dulu yah,” katanya. “Ntar keburu kedinginan,
sekarang aja mulai terasa nih udaranya,” sahutnya lagi. “Kalau begitu kita sekalian aja mandi bareng,” godaku. “Boleh.. Siapa takut..” tantangnya kemudian. Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang sudah sampai di depan kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, aku langsung membuka kaosku dan hanya mengenakan celana pendek. “Sayang.. Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus” kataku kemudian. “iya aku tahu itu.. Lantas kenapa sayang?”tanya Udiyani mesra. “Aku ingin memanjakan kamu dengan cara memandikan kamu mulai dari menggosok seluruh tubuh kamu, menyabuninya dan menyirami dengan shower,” kataku lagi. “Muachh..” seketika
Udiyani mengecup bibirku lembut. “Makasih sayang.. Kamu sudah manjain aku,” sahutnya lagi.Dengan lembut aku mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan saat itu. Di mulai dari hemnya aku buka kancing atasnya secara perlahan, sambil aku memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Setelah kancing kedua aku buka, maka terpampanglah keindahan bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Aku menyelesaikannya dengan kancing terakhir, sembari aku
mengecup kecil bukit payudaranya yang lembut. Tinggallah rok abu-abunya yang belum aku sentuh. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan perlahan aku membuka rok Udiyani, yang aku awali dengan menurunkan ziper di belakangnya. “Srett..” bunyi ziper roknya ketika aku turunkan. Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani menyentuh lantai. Udiyani saat itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di bagian tengahnya, sehingga terpampanglah dengan
transparan rerumputan hitam lebat melalui renda Cdnya. Dengan kedua tangan aku melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah pemandangan yang membuat aku menelan ludah beberapa saat dan membuat kelakianku tergoda. Celana pendek yang aku kenakan telah menonjol sebelum aku melucuti pakaiannya, ditambah lagi sekarang dia sudah telanjang bulat di depanku. Dengan lembut aku mulai menyiramkan air dari shower ke seluruh tubuhnya. Yang aku lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang jenjang. Yang membuat Udiyani menggelinjang pelan. “Ohh.. Mas..” desahnya pelan. Setelah bagian belakang selesai aku sabuni, tinggallah bagian depan yang membuat kelakianku semakin menggelegak.

Cerita seks ngentot anak sma


Aku mulai menggosok bagian lehernya terlebih dahulu, karena aku tahu, bagian ini merupakan bagian yang cukup sensitif di samping bagian sensitif yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani. Perlahan tanganku mulai meraba sedikit demi sedikit leher jenjang nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Terkadang terdengar desahan lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan tanganku yang menelusuri permukaan kulit halusnya. “Ohh.. Mas,” desahnya lembut. Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekaligus ke putingnya yang mulai menonjol keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini aku lakukan
sekaligus menyabuni dan merangsang payudaranya secara lembut. Kembali desahan lembut terdengar olehku. “Ohh.. Mas.. Teruskan”desahnya dengan mata terpejam. Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang hanya beberapa saat lamanya. Dan berakhir di daerah yang berbulu lebat nan hitam, tapi tertata dengan rapi menyerupai bentuk CD. Aku menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian aku lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesekali tanganku menyentuh clitorisnya lembut yang menimbulkan sensasi tersendiri buat Udiyani. “Ssshshshshsh..” desisnya pelan. Tak lama aku
lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi yaitu di bagian pangkal pahanya yang mulus dan aku menyelesaikan tugas terakhir memandikannya di bagian betisnya yang bak bulir padi itu. Setelah semua bagian tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali aku menyiraminya dengan gagang shower ke seluruh permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum aku mencumbu tubuhnya. “Thanks ya.. Mas.. sudah di manjain,” katanya pelan. “Dengan senang hati kok sayang.. Aku lakukan buat kamu,” jawabku mesra. Kemudian aku memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub. Dan selanjutnya aku nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, aku jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu seluruh permukaan kakinya yang kemudian aku lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu. Udiyani terpejam menerima perlakuanku yang begitu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang sudah sangat terangsang sejak awal. Lidahku begerak naik menelusuri betisnya yang jenjang dan berakhir di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku semakin liar namun lembut, setelah sampai di pangkal pahanya. Aku menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berpengaruh sekali untuk tubuh Udiyani menerima rangsangan dariku. Dengan kedua tanganku aku mulai menyibak vaginanya yang aromanya khas sekali, dan kemudian aku julurkan lidahku yang basah ke permukaan clitorisnya yang mulai menonjol pelan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh kenikmatan menerima perlakuan ini. “Hekk.. Sshh.. Mas,” desahnya tak teratur. Aku tahu kalau Udiyani begitu menikmati dan suaranya parau namun terdengar cukup sensual. Selanjutnya dengan gerakan mantap aku julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai basah oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya. “Ohh.. Mas.. Aku mau keluar,” teriaknya kecil. Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang. “Ohh.. Mass..” Udiyani mendesah lembut. Setelah mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya, aku memberikan kesempatan buatnya untuk istirahat sejenak, sambil aku berdiri menutup kran air yang ternyata sudah penuh. Kemudian aku berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Perlahan tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang sudah sangat keras dari permainan awal. Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang mungil. Aku mendesah lembut menerima perlakuannya ini. “Ohh.. Sayang.. Enak sekali,” desahku dengan nafas tertahan. Selanjutnya dengan lembut aku angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di lubang vaginanya yang sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, maka melesaklah seluruh batang penisku yang sudah mencapai ereksi maksimal. “Ohh.. Shhss,” desah kami berbarengan. Setelah penisku menembus bagian dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membuat bibirnya mendesah pelan. “Ssshh..” desahnya penuh erotis. Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mengulum bibirnya yang masih terbuka menahan nikmat dengan lembut. Udiyani tak tinggal diam dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam.
Desahan dan teriakan kecil diantara percintaan kami sesekali terdengar. Dan ini menimbulkan kesan erotis tersendiri buat kita. Setelah beberapa saat lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya. “Mas.. Aku mau keluar,” teriaknya. “Kita keluarkan bersama sayang..” sahutku “Aku juga mau keluar nih,” timpalku lagi. Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat aku memeluk tubuhnya begitu aku merasakan cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tak berlangsung lama penisku juga menyemburkan sperma ke dalam rongga vaginanya. “ohh.. Mass.. Aku keluar,” teriaknya bergetar. “Aku juga.. Sayangg..”

Cerita seks ngentot anak sma

dengan nafas tak teratur. Masih dengan posisi aku memeluk tubuhnya dari belakang aku mengulum bibirnya kembali sampai tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam vagina Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali setelah acara makan malam di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup ramai. Selama makan malam berlangsung aku memilih meja yang meghadap langsung ke panggung dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja aku nyalakan sebatang lilin untuk menemani makan malam kami. Malam itu semakin berkesan buat Udiyani, karena aku menyumbangkan sebuah lagu karanganku di acara live musik di cafe tersebut untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya. Begitulah kisah cintaku yang sampai saat ini aku masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku. cerita sex dewasa

Cerita seks dewasa ngentot anak sma

21.23 Add Comment
Kumpulan cerita sex , cerita mesum, foto bugil -  Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan. Udiyani adalah pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel agent di Bali, sebelum aku pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di cafe. Dengan senyum kemenangan

Cerita seks dewasa ngentot anak sma

Cerita seks dewasa ngentot anak sma
mendatangi aku yang sedang berdiri tak jauh dari tempat parkir sepeda motor. “Mas Adiet.. Aku lulus..,” teriaknya sembari memeluk aku. Yang aku sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat. “Syukur deh.. Sayang kamu bisa lulus” ujarku ikut gembira. Sesuai rencana sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani apabila dia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya dia menyelesaikan masa SMU dengan baik. Tanpa menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata yang menawarkan pemandangan alam pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi menjelang senja dinginnya sampai menusuk tulang. Dengan mengendarai motor, aku menjalankannya tanpa perlu terburu- buru, karena aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, sesekali dia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak kelakianku mulai tergoda dengan adanya cumbuan- cumbuan Udiyani yang lembut. Perjalanan ke Kintamani melewati jalan yang berkelok-kelok, dikanan jalan ada pemandangan danau bedugul yang sangat indah dengan airnya yang jernih, tapi sayang sore itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita. Aku dan Udiyani memutuskan untuk berhenti sesaat, sambil menikmati udara sore itu di Sebuah cafe kecil di tepian jalan yang pemandangannya langsung menghadap ke Danau Bedugul. Sambil memesan minuman hangat, aku mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum aku menghisapnya dalam- dalam. Aku dan Udiyani Duduk memilih duduk di tempat yang agak ke pojok, karena kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat menikmati pemandangan ke Danau. Setelah menunggu beberapa saat minuman pesanan kita pun datang. Tanpa menunggu beberapa saat, sebelum pelayan pergi Udiyani sudah terlebih dulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa menusuk tulang belulang. Dengan lembut aku memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan. “Kamu kedinginan sayang?” Tanyaku “Iyah nih Mas..” katanya pelan. Sambil memeluk Udiyani aku membisikan kata-kata mesra. “Adiet hangatkan yah sayang..!” kataku lembut di belakang telinga. Udiyani hanya tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya tanda setuju. Udara sepertinya sangat mendukung sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat berpelukan. Ketika ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick. “Ohh.. Mas..” desahnya ketika kecupan lembutku mengantarkannya melambung. Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai menjelang senja. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut. Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua. Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya menyajikan acara live accustic musik. Sengaja aku memilih Hotel yang ada
fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus vokal. Setelah urusan dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar aku langsung rebahan di tempat tidur, karena perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal di persendian. “Mas.. Aku mau mandi dulu yah,” katanya. “Ntar keburu kedinginan,
sekarang aja mulai terasa nih udaranya,” sahutnya lagi. “Kalau begitu kita sekalian aja mandi bareng,” godaku. “Boleh.. Siapa takut..” tantangnya kemudian. Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang sudah sampai di depan kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, aku langsung membuka kaosku dan hanya mengenakan celana pendek. “Sayang.. Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus” kataku kemudian. “iya aku tahu itu.. Lantas kenapa sayang?”tanya Udiyani mesra. “Aku ingin memanjakan kamu dengan cara memandikan kamu mulai dari menggosok seluruh tubuh kamu, menyabuninya dan menyirami dengan shower,” kataku lagi. “Muachh..” seketika
Udiyani mengecup bibirku lembut. “Makasih sayang.. Kamu sudah manjain aku,” sahutnya lagi.Dengan lembut aku mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan saat itu. Di mulai dari hemnya aku buka kancing atasnya secara perlahan, sambil aku memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Setelah kancing kedua aku buka, maka terpampanglah keindahan bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Aku menyelesaikannya dengan kancing terakhir, sembari aku
mengecup kecil bukit payudaranya yang lembut. Tinggallah rok abu-abunya yang belum aku sentuh. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan perlahan aku membuka rok Udiyani, yang aku awali dengan menurunkan ziper di belakangnya. “Srett..” bunyi ziper roknya ketika aku turunkan. Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani menyentuh lantai. Udiyani saat itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di bagian tengahnya, sehingga terpampanglah dengan
transparan rerumputan hitam lebat melalui renda Cdnya. Dengan kedua tangan aku melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah pemandangan yang membuat aku menelan ludah beberapa saat dan membuat kelakianku tergoda. Celana pendek yang aku kenakan telah menonjol sebelum aku melucuti pakaiannya, ditambah lagi sekarang dia sudah telanjang bulat di depanku. Dengan lembut aku mulai menyiramkan air dari shower ke seluruh tubuhnya. Yang aku lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang jenjang. Yang membuat Udiyani menggelinjang pelan. “Ohh.. Mas..” desahnya pelan. Setelah bagian belakang selesai aku sabuni, tinggallah bagian depan yang membuat kelakianku semakin menggelegak.
Aku mulai menggosok bagian lehernya terlebih dahulu, karena aku tahu, bagian ini merupakan bagian yang cukup sensitif di samping bagian sensitif yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani. Perlahan tanganku mulai meraba sedikit demi sedikit leher jenjang nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Terkadang terdengar desahan lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan tanganku yang menelusuri permukaan kulit halusnya. “Ohh.. Mas,” desahnya lembut. Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekaligus ke putingnya yang mulai menonjol keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini aku lakukan
sekaligus menyabuni dan merangsang payudaranya secara lembut. Kembali desahan lembut terdengar olehku. “Ohh.. Mas.. Teruskan”desahnya dengan mata terpejam. Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang hanya beberapa saat lamanya. Dan berakhir di daerah yang berbulu lebat nan hitam, tapi tertata dengan rapi menyerupai bentuk CD. Aku menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian aku lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesekali tanganku menyentuh clitorisnya lembut yang menimbulkan sensasi tersendiri buat Udiyani. “Ssshshshshsh..” desisnya pelan. Tak lama aku
lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi yaitu di bagian pangkal pahanya yang mulus dan aku menyelesaikan tugas terakhir memandikannya di bagian betisnya yang bak bulir padi itu. Setelah semua bagian tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali aku menyiraminya dengan gagang shower ke seluruh permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum aku mencumbu tubuhnya. “Thanks ya.. Mas.. sudah di manjain,” katanya pelan. “Dengan senang hati kok sayang.. Aku lakukan buat kamu,” jawabku mesra. Kemudian aku memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub. Dan selanjutnya aku nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, aku jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu seluruh permukaan kakinya yang kemudian aku lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu. Udiyani terpejam menerima perlakuanku yang begitu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang sudah sangat terangsang sejak awal. Lidahku begerak naik menelusuri betisnya yang jenjang dan berakhir di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku semakin liar namun lembut, setelah sampai di pangkal pahanya. Aku menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berpengaruh sekali untuk tubuh Udiyani menerima rangsangan dariku. Dengan kedua tanganku aku mulai menyibak vaginanya yang aromanya khas sekali, dan kemudian aku julurkan lidahku yang basah ke permukaan clitorisnya yang mulai menonjol pelan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh kenikmatan menerima perlakuan ini. “Hekk.. Sshh.. Mas,” desahnya tak teratur. Aku tahu kalau Udiyani begitu menikmati dan suaranya parau namun terdengar cukup sensual. Selanjutnya dengan gerakan mantap aku julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai basah oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya. “Ohh.. Mas.. Aku mau keluar,” teriaknya kecil. Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang. “Ohh.. Mass..” Udiyani mendesah lembut. Setelah mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya, aku memberikan kesempatan buatnya untuk istirahat sejenak, sambil aku berdiri menutup kran air yang ternyata sudah penuh. Kemudian aku berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Perlahan tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang sudah sangat keras dari permainan awal. Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang mungil. Aku mendesah lembut menerima perlakuannya ini. “Ohh.. Sayang.. Enak sekali,” desahku dengan nafas tertahan. Selanjutnya dengan lembut aku angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di lubang vaginanya yang sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, maka melesaklah seluruh batang penisku yang sudah mencapai ereksi maksimal. “Ohh.. Shhss,” desah kami berbarengan. Setelah penisku menembus bagian dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membuat bibirnya mendesah pelan. “Ssshh..” desahnya penuh erotis. Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mengulum bibirnya yang masih terbuka menahan nikmat dengan lembut. Udiyani tak tinggal diam dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam.
Desahan dan teriakan kecil diantara percintaan kami sesekali terdengar. Dan ini menimbulkan kesan erotis tersendiri buat kita. Setelah beberapa saat lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya. “Mas.. Aku mau keluar,” teriaknya. “Kita keluarkan bersama sayang..” sahutku “Aku juga mau keluar nih,” timpalku lagi. Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat aku memeluk tubuhnya begitu aku merasakan cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tak berlangsung lama penisku juga menyemburkan sperma ke dalam rongga vaginanya. “ohh.. Mass.. Aku keluar,” teriaknya bergetar. “Aku juga.. Sayangg..”
dengan nafas tak teratur. Masih dengan posisi aku memeluk tubuhnya dari belakang aku mengulum bibirnya kembali sampai tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam vagina Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali setelah acara makan malam di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup ramai. Selama makan malam berlangsung aku memilih meja yang meghadap langsung ke panggung dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja aku nyalakan sebatang lilin untuk menemani makan malam kami. Malam itu semakin berkesan buat Udiyani, karena aku menyumbangkan sebuah lagu karanganku di acara live musik di cafe tersebut untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya. Begitulah kisah cintaku yang sampai saat ini aku masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku.

Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer

06.59 Add Comment
Cerita sex dewasa, cerita mesum - Saat itu Sinta seorang aktivis yg mendukung dan pro terhadap RUU APP terlihat tegang mendengar penuturan beberapa rekan rekannya mengenai maraknya web dan blog porno di internet yang mengeksploitasi wanita, terutama anak sekolah , artis , bahkan gambar gambar di friendster pun bisa nyasar ke situs bugil.

Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer

Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer
Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer
Sebagai aktifis yang cukup senior , Sinta sudah lama mendengar mengenai hal ini namun saat itu dia diberitahu bahwa semua gambar dalam web tersebut merupakan gambar-gambar rekayasa kasar, Sinta tidak tertarik untuk melihatnya.


Berbeda dengan berita yang disampaikan para rekannya ini yang mengatakan bahwa web-web porno itu sekarang berisi gambar-gambar asli dan bukan rekayasa, bahkan yang membuat Sinta sangat terkejut ketika mereka menyebutkan bahwa di antara gambar-gambar porno dalam web itu terdapat beberapa gambar porno yang berwajah mirip dirinya.

Tentu saja gadis cantik ini menyanggah keras gambar-gambar porno tersebut sebagai gambar dirinya, hanya saja berita tersebut membuat Sinta penasaran dengan web-web porno tersebut. Terdorong ingin meng-cross check kebenaran berita tersebut.

Sinta kemudian meminta alamat web porno yang dimaksud , ia pun mendapatkan sebuah situs porno.dan sebuah blog porno yang isinya photo cewek ngentot semua! Jam di HP milik Sinta menunjukkan pukul 12.00 lewat ketika ia berjalan keluar dari gerbang kampusnya.

Sebagaimana niatnya tadi pagi, Sinta yang masih tercatat sebagai mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi Negri di bandung ini bermaksud singgah ke sebuah warnet. gadis berwajah cantik dan lembut ini memang bermaksud membuktikan berita yang dibawa rekannya tadi pagi.

Sinta sengaja memilih warnet yang mempunyai meja tertutup untuk menghindari prasangka buruk orang lain terhadapnya. Sebagai seorang yang dikenal menentang segala bentuk pornografi tentunya Sinta berusaha menjaga citra dirinya saat dia membuka web dan blog porno yang dikatakan temannya tersebut. Boleh jadi orang lain akan mencemooh jika seorang seperti dirinya terlihat membuka web porno dan porno.

“Ada yang kosong pak? tanya Sinta kepada operator warnet.

“Mmm¦Nomor 5..dik jawab operator warnet sambil sedikit terkejut melihat seorang wanita cantik yg mucnul dihadapannya.

Keberadaan Sinta di warnet tersebut memang cukup menarik perhatian. Bukan saja karena kecantikan yang dimiliki Sinta, namun juga karena penampilan Sinta dengan blouse putih ketat yang membungkus tubuhnya dengan sangat indah dan entah disadarai atau tidak kancing paling atas terbuka sehingga ada sedikit pemandangan yg cukup indah ditambah celana jeans ketatnya

Operator warnet sempat terpesona melihat kecantikan Sinta namun mengingat klo gadis ini adalah pelanggan baru membuatnya segan untuk berbuat lebih jauh.

Walaupun ada rasa segan pada diri cowok operator warnet kepada Sinta, namun mata cowok itu nyaris tak berkedip melihat goyangan pantat Sinta ketika berjalan menuju meja warnet nomor 5.
cowok ganteng itu menelan ludah membayangkan tubuh di balik pakaian yang dipakai gadis cantik ini.

Dalam meja warnet no 5 yang tertutup itu, Sinta mulai membuka beberapa alamat wabsite porno yang didapatnya tadi pagi. Tak sampai lima menit kemudian, mata Sinta yang lebar membelalak melihat web-web porno tersebut.

Wajahnya yang putih juga berubah merah padam menahan kemarahan dan rasa jijik melihat web serta weblog yang melecehkan perempuan secara seksual terutama segala hal yang berbau rape(perkosaan).

Beberapa cerita porno tentang gadis abg atau mahasiswi serta gambar-gambar yang mempertontonkan kemulusan tubuh perempuan seperti dirinya membuat Sinta merasa terhina dan terlecehkan.

Gadis cantik ini juga merasa geram dan nyaris tidak percaya ketika kemudian dia mendapati beberapa gambar porno seorang wanita dengan wajah mirip dirinya sebagaimana laporan teman temannya yuniornya.

Tubuh gadis ini gemetar menahan kemarahan dan rasa tak percaya melihat pose-pose wanita yang berwajah mirip dirinya apalagi ditambah gambar dirinya yg ia posting di friendster bisa nyasar ke situs ini.

Sehingga seolah merupakan pembenaran bahwa dirinyalah yg ada di situs porno tersebut. Tanpa sadar Sinta yang dalam kesehariannya bertabiat lembut ini-mengumpat karena kemarahannya melihat gambar-gambar tersebut.

Melihat betapa gadis seperti dirinya dilecehkan dalam web tersebut, Sinta terdorong untuk membuat laporan khusus mengenai hal ini ( BF watchout !!!). Sinta berniat untuk melaporkan keberadaan web ini kepada pihak kepolisian agar pembuat situs ini ditangkap polisi.

Dengan flashdisk miliknya, Sinta kemudian menyimpan puluhan cerita porno mengenai perkosaan serta gambar-gambar porno yang terpampang, terutama gambar-gambar wanita yang mirip dengan dirinya. Satu persatu beberapa gambar porno dan cerita-cerita erotis mengenai akhwat berpindah ke flashdisknya yang berkapasitas 1 GB tersebut

Sinta adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang baik baik serta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik baik pula sehingga Selain memiliki wajah cantik dan tabiat yang lembut, Sinta juga jauh dari hal-hal porno atau porno sejak kecil bahkan bagi dirinya hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang tabu.

 Namun siang ini, gadis cantik ini terpaksa melihat hal-hal tabu tersebut untuk pertama kalinya sepanjang hidupnya. Awal mula, Sinta memang sempat shock, bukan saja karena kemarahan yang dirasakannya namun juga karena dia tidak pernah melihat gambar-gambar porno dan porno sebelumnya.

Pada mulanya memang Sinta merasa jijik dan marah melihat web tersebut, namun semakin lama ia menjelajahi berbagai web dan blog porno itu, rasa marah dan jijik yang dirasakan di menit-menit pertama berubah menjadi rasa malu.

Wajah Sinta yang ayu dan lembut ini bersemu merah melihat gambar-gambar dalam web dan blog porno tersebut, apalagi ketika dia melihat gambar-gambar wanita yang berwajah mirip dirinya tengah mengulum batang penis laki-laki yang tegang.

Mata Sinta yang lebar ini membelalak nyaris tak berkedip melihat gambar-gambar wanita yang tengah mengulum batang penis laki-laki.

Mata Sinta tak lagi memperhatikan wanita yang berwajah mirip dirinya namun matanya kini lekat melihat batang penis laki-laki yang tengah dikulum dan ada juga yang diremas oleh wanita itu. Sinta menggigit bibirnya kuat-kuat menahan debaran jantungnya yang berdegup kian kencang melihat urat-urat penis laki-laki yang menonjol dalam gambar tersebut.

Tubuh gadis ini gemetar ketika tanpa disadarinya dia mengkhayalkan dirinya yang mengulum penis laki-laki yang menggiurkan itu. Seumur hidupnya, baru kali ini Sinta melihat batang penis laki-laki walaupun hanya dalam gambar.

Terlebih penis berukuran istimewa itu dalam keadaan tegang. Nafas Sinta mulai memburu dan dia mulai merasakan denyutan-denyutan di bagian dalam kemaluannya yang terasa gatal sebagaimana layaknya wanita yang mulai terangsang nafsu.

Sinta memang seorang gadis baik baik dan selama ini jauh dari berbagai hal yang porno , namun Sinta tetap seorang wanita normal yang mempunyai gairah terhadap lawan jenisnya.

Sinta yang telah berusia 21 tahun seringkali timbul gairah nafsunya kepada lawan jenisnya secara alamiah Sinta sering terangsang terhadap lawan jenisnya, namun apabila nafsunya mulai terangsang, gadis ini segera menekannya dengan berbagai aktivitas.

Wajah Sinta yang cantik seringkali menjadi masalah tersendiri karena membuatnya sering digoda oleh laki-laki, apalagi ternyata dalam hal berpakaian dia tidak terlalu konserfative

Godaan-godaan para laki-laki yang berbentuk ucapan-ucapan mesum, sentuhan atau kadang menempelkan tubuh mereka ke tubuhnya saat di biskota juga dapat membuatnya terangsang namun semua rangsangan nafsu yang dirasakannya dapat diredamnya dengan baik.

Sinta merasa dirinya mampu menjaga diri dan mengendalikan nafsunya, tidak seperti beberapa rekan mahasiswa lainnya yang diketahuinya melampiaskan nafsunya dengan bermasturbasi.

Saat Sinta menanyakan alasan mereka melakukan masturbasi, beberapa yang di antaranya adalah teman kostnya itu menjawab bahwa masturbasi lebih baik daripada ML sementara mereka masih belum berani menghadapi resikonya.

Kali ini nafsu Sinta juga merasa terangsang namun rangsangan itu bukan datang secara alamiah atau gangguan dari orang lain. Nafsu gadis ini terusik karena perbuatan dirinya sendiri sehingga kali ini Sinta merasa kesulitan untuk mengendalikannya seperti biasanya.

Kian lama nafsunya semakin kuat membuat Sinta melupakan doktrin moral yang selama ini dipeganginya dan keberadaannya sebagai salah seorang aktivis penentang pornografi dan pornoaksi.

Meja warnet yang tertutup itu membuat Sinta leluasa menjelajahi berbagai web erotis dan porno yang didapatinya dengan search engine Google, terutama yang menampilkan gambar-gambar laki-laki telanjang bulat dan mempertontonkan penis mereka yang tegang.

Nafsu nafsu Sinta yang mendorongnya tak lupa untuk menyimpan gambar-gambar tersebut ke dalam flash disk miliknya. Hampir satu jam kemudian wajah Sinta yang tengah dilanda nafsu sudah sangat memerah dan terlihat kontras dengan blouse putih yang dipakainya.

Kancing bajunya tanpa disadari sudah terlepas semua, karena sebelumnya ia tak mampu menahan tangannya untuk meremas remas bagian dadanya saat i merasakan buah dada yang terbungkus BH berukuran 34B itu menjadi sangat kencang dan mengeras.

Satu jam lebih lamanya Sinta dilanda nafsu dalam meja warnet bernomor 5 yang tertutup itu. Dalam keasyikan menjelajahi web porno tiba-tiba Sinta dikejutkan bunyi pertanda SMS masuk di HP nya.

“Hmm..dari dik soraya..gumam Sinta ketika melihat sms yang dikirim oleh salah seorang teman di tempat kostnya yang seluruh penghuninya adalah perempuan. Isi sms itu mengabarkan bahwa salah seorang penghuni di tempat kost mereka terpergok menyimpan berbagai bacaan dan gambar porno di kamarnya dan juga kondom.

Mendapat sms dari Wulan seperti itu, tubuh Sinta gemetar. gadis ini segera tersadar dari apa yang sedang dilakukannya di meja warnet ini. Akhirnya dengan perasaan kalut, Sinta menutup seluruh web porno yang telah dikunjunginya dalam waktu satu jam lebih ini dan bermaksud segera angkat kaki dari warnet ini.

Ketika seluruh windows web-web porno itu telah tertutup hingga tinggal tampilan dekstop yang terlihat di layar monitor, mata Sinta melihat sebuah icon yang berjudul Koleksi Movie di layar monitor.

Tiba-tiba timbul keinginan Sinta untuk mengkliknya sehingga dia menunda untuk segera keluar dari meja warnet. Setelah ia mengklik dua kali icon tersebut, terpampanglah puluhan folder judul film yang tengah menjadi meja office di layar monitor.

Namun mata gadis berwajah cantik ini melihat salah satu folder berjudul Surga yang membuat dahinya berkerenyit heran. Dengan diliputi rasa heran, Sinta mengklik folder berjudul Surga itu yang sekejap kemudian terpampang 2 file film berukuran besar yang membuatnya semakin penasaran.

Niatnya untuk keluar dari meja warnet tertunda ketika rasa penasaran itu mendorongnya mengklik file film berjudul Surga yang berukuran lumayan besar.“Ahh!

Sinta terpekik kaget ketika file film itu terbuka ternyata merupakan file film porno. Tubuh Sinta seketika menjadi gemetar dan dadanya berdegup kencang.

Setelah satu jam yang lalu ia browsing menjelajahi web-web porno yang menampilkan gambar-gambar porno yang tak bergerak, ternyata kini dia menemukan film yang menyuguhkan gambar porno yang bergerak.

Kembali Sinta terombang-ambing antara keinginan melihat dan rasa bersalah, akan tetapi nafsu nafsu ternyata masih menguasainya membuat Sinta kembali duduk dalam meja warnet seperti semula. Matanya berbinar lebar menyaksikan film yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dilihatnya.

Film yang agaknya berasal dari Jepang itu diawali dengan adegan sebuah keluarga muda dengan dua orang anak yang masih kecil namun adegan itu cuman sebentar dan cerita itu dimulai ketika adik kandung sang suami yang berwajah tampan ikut menumpang di rumah mereka.

Sinta kian tenggelam mengikuti jalan cerita film tersebut yang kemudian sang istri dalam film tersebut tertarik dengan adik suaminya yang masih belia itu.

Sang istri dalam film tersebut digambarkan sebagai ibu rumah tangga yang selalu berkimono tertutup, akhirnya terjadilah perselingkuhan antara adik sang suami dengan sang istri.

Nafsu Sinta kian menguat ketika adegan percintaan pasangan selingkuh ini dieksplo dengan detail. gadis yang tengah dilanda nafsu ini hanya terengah-engah menyaksikan adegan-adegan persetubuhan yang dimulai hanya 5 menit setelah film dimulai.

Puluhan menit berikutnya boleh dikatakan film itu dipenuhi adegan-adegan persetubuhan pria dan wanita degan detail dan close up, membuat Sinta yang menonton film tersebut hanya terengah-engah dalam nafsu yang kian menggelegak.

Dia kembali tenggelam dalam libidonya di depan monitor yang menayangkan film porno. Kali ini Sinta tidak hanya sekedar meremas buah dadanya sendiri , ia menurunkan celananya sampai lutut sehingga terlihat sepasang pahanya yang bulat padat dan mulus.

Tak sekedar itu, namun ia juga menelusupkan tangannya ke balik celana dalam krem yang dipakainya lantas dengan bernafsu jemari tangan Sinta menggosok belahan kemaluannya yang kemerahan. gadis berwajah menawan ini ternyata mempunyai kemaluan yang indah

Membukit putih mulus tanpa sehelai rambut kemaluan yang menghiasinya karen rajin dibersihkan. Bibir kemaluan Sinta yang kemerahan kian terlihat memerah ketika tangannya menggosok-gosokkannya penuh nafsu nafsu.

Di saat tangan kiri Sinta mngggosok-gosok belahan kemaluannya, tangan kanannya segera menyusup ke balik BH berukuran 34B yang dipakainya. Sinta mempunyai sepasang payudara montok membukit indah yang kini terasa kian mengeras.

Nafsunya telah demikian menggelegak ketika tangannya meremas-remas payudaranya sendiri sambil memmelintir putting susunya.

Entah darimana Sinta belajar bermasturbasi padahal sebelumnya tidak pernah satu detikpun dia melakukan perbuatan masturbasi sebagaimana teman temannya lainnya. Mata Sinta melotot adegan-adegan mesum yang terpampang di layar monitor sementara kedua tangannya merangsang kemaluan dan payudaranya sendiri.

Puluhan menit berlalu ketika tiba-tiba HP Sinta berbunyi nyraing membuat Sinta yang tengah asyik dalam nafsunya terlonjak kaget, kali ini nada HPnya adalah nada panggil bukan nada SMS. Ketika melihat nama Wulan yang terpampang di layar HP, Sinta segera menghentikan meremas payudaranya lalu dengan wajah yang kesal ia mengangkat telepon.

“Ada apa dik?.. tanya Sinta dengan sedikit kesal.

“Maaf Sinta ¦gimana sms saya tadi¦apa nia perlu dikeluarkan juga dari tempat kost kita sebagaimana beberapa orang sebelumnya ? tanya

Sinta terdiam. Nia adalah penghuni kost yang dimaksud dalam sms dari Wulan sebagai gadis yang mengkoleksi gambar dan cerita porno juga kondom di tempat kost mereka

“Tunggu dulu¦biar saya datang dulu¦nianya kemana?

“Sudah pergi ..mungkin malu dia..tapi barang-barangnya masih di kamarnya dan barang-barang porno itu sudah saya amankan

Sinta kembali terdiam.

“Ya nanti kita bicarakan.. tunggu aku datang aja

Ketika kembali pandangan Sinta ke layar monitor, film tersebut sudah mendekati akhir, berarti satu jam lebih gadis cantik ini tenggelam dalam nafsu ketika menonton film tersebut.

Telepon tadi ternyata mampu membangkitkan kembali kesadarannya akan perbuatan yang sedang dilakukannya. Dengan gontai Sinta membenahi pakaiannya yang awut-awutan dan membuatnya setengah telanjang. Untunglah meja warnet itu tertutup rapat tak seoarangpun melihat keadaan Sinta dengan aurat yang tersingkap lebar.

Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer


Sinta keluar dari meja warnet nomor 5 setelah hampir 4 jam dia berada di dalamnya. blouse yang dipakainya terlihat kusut masai di bagian dada. Sinta berjalan gontai dengan pikiran yang kalut berniat menuju kasir warnet, namun ia merasakan celana dalam yang dipakainya terasa basah membuatnya risih.

Sinta menghentikan langkahnya ke meja kasir,dan berbelok ke toilet warnet. Dalam toilet yang cukup bersih itu, Sinta melepas celana dalam krem yang dipakainya . Sinta memperhatikan celana dalam yang terasa basah oleh lendir cukup banyak.

Sekian jam Sinta tenggelam dalam nafsu membuatnya berulangkali menyemprotkan cairan kenikmatan yang membuat celana dalamnya basah. Sinta segera membungkus celana dalam yang semula membungkus bagian vitalnya dengan tissu kemudian disimpannya dalam tas miliknya.

Sebelum keluar toilet, Sinta sempat mencuci kemaluannya yang terlihat putih kemerah-merahan tanpa sehelai rambutpun yang terbiarkan tumbuh. Bukit montok kemaluan Sinta yang mulus dengan bibir kemaluan yang merekah merah itu dicucinya berulangkali sebelum dilap dengan tisuue. IA merasa yakin tak seorangpun mengetahui dirinya saat ini tidak memakai celana dalam saat ini.

Sinta membuka pintu toilet lantas dengan sedikit canggung, gadis cantik ini berjalan menuju ke kasir warnet yang masih dijaga oleh cowok ganteng.

Cowok itu memandang Sinta dengan pandangan penuh arti sembari tersenyum.

“Sudah dik?tanyanya sembari tetap memandang kecantikan gadis dihadapannya.

“Ya jawab Sinta pendek sambil menyodorkan lembaran uang pecahan 20 ribu. Sinta menyadari pandangan cowok ganteng yang seakan ingin menelanjanginya sehingga membuatnya tidak menyukai pandangan cowok ganteng tersebut.

“Dik jadi member aja¦koleksi film kita nambah terus lho. Makin asyik lho  ujar cowok itu sambil menghitung uang kembalian.

Sinta terperanjat kaget mendengarnya, wajah ayu gadis berkulit putih ini seketika menjadi merah padam. Sinta tidak menyangka kalau operator warnet bisa mengetahui dia melihat film porno dalam meja warnet.

“Mmm¦makasih aja ujar Sinta tergagap lantas tiba-tiba saja ia setengah berlari menuju pintu keluar warnet. Wajahnya yang merah padam tertunduk dalam-dalam menahan rasa malu yang dirasakannya.

“Kembaliannya dik!!..teriak cowok operator warnet ini namun Sinta tidak lagi mendengarnya. Begitu keluar dari warnet Sinta juga tidak menunggu bus kota seperti biasanya namun tangannya segera melambai menghentikan Ojek yg kebetulan lewat!begitulah cerita Gadis yang mendukung UU APP tapi ternyata Horny di Warnet!hihihi...baru tau dia kenikmatan dunia

Cerita Seks Dewasa: Ngentot Depan Komputer

02.19 Add Comment
Bila anda suka Foto Bugil Silahkan Kik Dibawah ini

===>> <a href="http://ceritasexdewasa.yu.tl/">FOTO BUGIL TERBARU</a>
===>> <a href="http://TANTEGENITX.BLOGSPOT.CO.ID/">FOTO DEWASA TERBARU</a>
===>> <a href="http://WWW.RUANGPREDIKSI.COM/">FOTO MESUM TERBARU</a>
===>> <a href="http://ceritasexdewasa.yu.tl/">CERITA SEX TERBARU</a>

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

01.35 Add Comment
Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD yang cantik menggoda hati dan birahi| Artis porno asia asal Jepang satu ini mempunyai hobi makan segalanya, mulai dari makanan sampai kontol pun diembat. Meskipun mempunyai hobi makan, bodi mulus Kirara Asuka tetap langsing serta menawan. Lahir di kota Tokyo, Jepang pada tanggal 2 Oktober 1988 dan mempunyai tinggi badan 162cm. Daya tarik yang di miliki oleh Kirara Asuka adalah pada kulit putih mulusnya, kaki yang panjang dan payudara yang besar berukuran 90 cm atau memakai bra 35G, bagaimana jadinya kalau doi bugil ya? penasaran? berikut adalah foto bugil wanita asia yang bening nan mulus, siapa lagi kalau bukan Kirara Asuka:
Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Foto Bugil Gadis Asia Kualitas HD

Cerita Seks Dewasa Ngentot Tubuh Ipar

00.58 Add Comment
Cerita Seks Dewasa Ngentot Tubuh Ipar
Cerita Seks Dewasa Ngentot Tubuh Ipar
Cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot, & foto bugil | Cerita kali ini berawal ketika aku dan istriku belum menikah, istriku adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang tinggal di sebuah kota kecil di daerah Jawa Barat. Adalah Ayu adik kedua istriku yang telah membangkitkan birahi terlarangku, padahal dulu ketika aku sama sekali tidak tertarik melihat Ayu, aku hanya menganggap Ayu sebagai adik sendiri, hingga berkali-kali aku selalu mengusahakan kemampuanku untuk membantu kesusahannya ketika dia sedang berada di Jakarta untuk bersekolah. Namun Ayu kini sudah berubah menjadi seorang gadis yang cukup cantik.


Cerita Mesum Sex | Hari itu adalah hari segalanya dimulai, Dilla (waktu itu kami belum menikah) memberikanku pekerjaan untuk membeli peralatan pendukung computer untuk kantornya (kantor Dilla mempercayakan urusan IT-nya kepadaku) karena kukira akan banyak barang bawaan yang akan aku bawa setelah belanja maka ku ajak Ayu untuk membantuku, dengan memberikan upah tentunya. Seharian aku dan Ayu mengelilingi salah satu komplek pertokoan computer yang ada di Jakarta membuat aku mulai memperhatikannya, baru kusadari Ayu memiliki tubuh yang cukup indah, walaupun ukuran payudaranya tidak terlalu besar namun ukuran pantatnya bisa dibilang cukup bahenol.

Sambil bawa belanjaan, aku lihat hari sudah mulai sore dan kuputuskan untuk segera jalan pulang, dengan badan letih dan capek kami berdua naik kendaraan umum menuju stasiun Senen untuk nantinya kami lanjutkan dengan naik kereta dan syukurlah kami tidak tertinggal kereta seperti yang kutakutkan sebelumnya, didalam kereta yang lumayan penuh kutemukan 1 tempat duduk yang masih kosong, ku suruh Ayu untuk duduk dan aku berdiri sementara barang-barang bawaan kami aku taruh diatas Ramp.

Perjalanan panjang yang kami tempuh membuat aku memikirkan sebuah ide nakal, Ayu yang terlihat lelah menyenderkan badannya ke senderan kursi kereta yang membuat kausnya menjadi longgar sehingga membuat ku bisa melihat sekaligus menikmati indah payudaranya dari atas, lama kunikmati keindahan payudara yang belum terjamah membuat penisku mengeras, ingin rasanya memegang dan meremas-remas payudara Ayu, namun aku terkaget ketika seseorang disebelah aku menawarkan kursinya dan segera berdiri. Kusuruh Ayu bergeser dan aku duduk disebelahnya,

“Ayu ngantuk yah?” tanyaku kepada Ayu,
“agak sih mas, lemes banget badan Ayu” lalu ku jawab
“ya udah kamu senderan di bahu mas aja sini” tanpa menjawab Ayu langsung bersandar di bahu ku, hal tersebut justru membuat ku makin terangsang karena selain bisa melihat payudaranya aku juga bisa merasakan kenyalnya payudara Ayu yang menempel dilenganku yang selama hampir dua jam kunikmati.

Sesampainya di Stasiun aku langsung menelepon Dilla memberitahukan kedatangan kami, namun karena pekerjaan Dilla yang sangat menguras waktu, dia tidak bisa menjemput kami dan memberitahukan untuk menyimpan barang belanjaan kami dirumah saja. Melihat Ayu yang kelelahan aku putuskan untuk naik becak. Sesampainya dirumah aku istirahat sebentar sebari merokok tapi Ayu memutuskan untuk langsung mandi,

“jangan lama-lama yah” pintaku kepada Ayu,
“iya…” Ayu menjawab, sembari merokok kubayangkan bentuk tubuh Ayu yang kunikmati tadi sembari sedikit-sedikit mengelus-elus kontol ku, tapi sial aku dikagetkan oleh kedua adik Ayu, Danti dan Agus.

Mereka bermaksud ingin meminjam hape ku untuk menelpon ayahnya yang entah dimana, setelah mereka selesai meminjam telepon Danti mengatakan jika mereka harus menyusul ayah dan ibunya di rumah sakit karena ada teman ayahnya yang mengalami kecelakaan, “mas aku sama Agus mau jalan dulu yah, kalo mau makan di dapur ada makanan tuh” kata danti,

“ok deh Danti ntar aja mas makannya” kujawab, mereka segera berpamitan dan berangkat.

Sembari menghabiskan rokokku terlintas pikiran gila yang mengarahkan ku ke pintu kamar mandi, supaya aman aku agak menjauh dan dengan sedikit berteriak aku berkata,

“Ayu udah apa belom?” lalu Ayu menjawab
“belum mas, Ayu sakit perut nih”, seperti mendapat lotre pikiranku langsung kegirangan dan segera kuhampiri pintu kamar mandi.
“asik…” kataku dalam hati ketika aku menemukan celah kecil diantara gagang pintu, namun sial pemandangan yang kulihat sempat membuatku agak lemas, karena kulihat Ayu sedang jongkok buang air besar, namun kucoba untuk sabar dan tak lama setelah itu kudengar suara gemerecik air yang tandanya Ayu telah selesai buang hajat.

Secepat kilat kuhampiri pintu kamar mandi dan kuintip.

“ya tuhan” kataku dalam hati saat melihat indah tubuh Ayu yang tak terbalut apapun, payudaranya yang agak lancip (untuk usia dua puluh tahunan harusnya sudah tidak lancip lagi), memeknya yang ditutupi bulu-bulu halus membuat biarahi ku melonjak tinggi, kuraih kontol ku dan ku usap-usap.

Ah nikmatnya jika bisa kunikmati tubuhnya tanpa harus sembunyi-sembunyi. Kembali lagi aku mendapat kesialan, hape ku bergetar, kulihat Dilla menelepon ku dan memintaku untuk menjemputnya, dengan agak menjauh kuangkat hape ku,

“ok aku jalan sekarang” kujawab sembari kututup telepon.

“Ayu, mas jalan dulu sebentar, mau jemput kakak kamu” dengan agak kersa kuberitahu Ayu
“iya mas, tapi jangan lama-lama…gak ada orang soalnya nih mas, Ayu takut sendirian”,
“iya Cuma sebentar kok”. Sesampainya dirumah setelah menjemput Dilla turun hujan lebat, dalam benakku berfikir hujan ini kesialan atau keberuntungan? dengan agak ragu-ragu aku bilang ke Dilla keinginanku untuk menginap saja dan tanpa diduga Dilla berkata
“ya udah nginep aja, lagian hujan terus besok juga bos aku minta alat-alatnya dipasang besok” dengan sedikit acting kujawab,
“lho kok besok? Bukannya harus malam ini juga pasangnya?” kembali Dilla menjawab
“besok aja, khan hari ini malam minggu, emang kamu gak mau malam mingguan sama aku?” lalu kujawab
“iya sayang…gitu aja ngambek, emang kamu mau kemana sih? Lagian juga hujan kok” Dilla menjawab
“gak usah kemana-mana, tadi aku beli DVD temenin aku nonton aja sampe aku tidur” “siap bos ku sayang” kujawab sembari tersenyum lebar dan membuat Dilla tertawa.

Hape ku kembali bergetar, kulihat ayah Dilla yang menelepon

“halo ayah…” kujawab
“Fan, kamu besok ada acara gak? Kalo enggak ada acara tolongin ayah bisa gak?”
“tolong apa nih yah?” kujawab dengan antusias
“kamu mala mini nginep aja, besok agak siangan kita jalan ambil mobil”
“ok, ya udah yah saya bisa” aku jawab
“ya udah ayah masih dirumah sakit pulangnya kayaknya pagi deh, kamu jagain rumah yah”
“ok ayah”, setelah percakapan itu Dilla bertanya dan kujelaskan sembari berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Jam dinding menunjukan pukul tujuh malam, Dilla menagih janji untuk menemaninya nonotn DVD, kutemani Dilla nonton DVD dan Ayu pun ikut serta menonton DVD. Sembari menonton ku sempatkan melihat kemolekan tubuh ayu yang hanya mengenakan daster tipis berwarna putih tanpa bra (terlihat ketika cahaya TV menembus dasternya), posisi duduk ku yang berada di belakang Dilla dan Ayu menguntungkan aku.

Setelah film selesai Dilla tanpa banyak bicara langsung nyelonong ke kamar tidur begitu juga Ayu, entah mengapa walaupun tubuhku terasa letih tapi aku tidak bisa tidur, kulihat jam sudah pukul dua dini hari, entah setan dari mana aku langsung berfikir untuk melihat kamar Ayu yang letaknya dibelakang, pelan-pelan kulangkahkan kaki keluar kamar tamu, lalu kulihat pintu kamar Ayu agak terbuka dan terlihat lampu yang masih menyala, kupikir Ayu masih terjaga tetapi setelah kulihat ternyata Ayu sudah terlelap. Kuberanikan diri untuk masuk kedalam kamar.

Kulihat Ayu tidur menyamping kearah pintu dengan bagian bawah daster agak terangkat membuat celana dalamnya sedikit terlihat. Jantungku berdetak sangat keras ketika kucoba mendekatinya dan bertambah keras ketika Ayu mengubah posisinya menjadi terlentang. Kucoba untuk menenangkan diri ku dan kulanjutkan misiku.

Setelah kudekati kubuka kancing daster sempai yang terakhir (Ayu memakai daster yang menggunakan kacing tapi tidak sampai bawah, hanya setengah dari daster yang bisa dibuka) hingga terlihat jelas payudaranya, astaga ternyata bentuk gunning kembarnya begitu menggairahkan walaupun tidak terlalu besar, kumainkan putingnya pelan-pelan supaya Ayu tidak terbangun, sembari ku usap-usap putting Ayu, kumainkan juga kontol ku, awalnya hanya ku gesek-gesek dengan tangan tapi lama kelamaan ku buka retseleting ku dan ku keluarkan senjata kebanggaan ku yang ukurannya lumayan besar, sembari memaikna pentil ku kocok kontol ku.

Tidak puas hanya melihat payudara Ayu, ku coba untuk sedikit ngeintip bagian bawahnya, dengan sedikit gugup ku angkat bagian bawah daster sehingga terungkap semua dan kulihat gundukan empuk yang tertutup celana dalam warna pink dengan model menyempit yang membuat jembut Ayu seperti tertarik keluar. Dengan pelan-pelan ku angkat karet pinggang celana dalam Ayu dan menurunkannya sedikit demi sedikit,

“astaga sungguh indah memek perawan”
“seperti mimpi akhirnya bisa kulihat secara langsung memek Ayu”, pelan tapi pasti ku turunkan celana dalam Ayu sembari sesekali melihat wajahnya, karena aku takut dia terbangun.

Kegigihanku membuahkan hasil, celana dalam Ayu telah turun sampai batas dengkul, dengan perasaan agak khawatir kudekatkan wajahku ke memeknya, kucium dan kubuka memeknya sampai itilnya pun terlihat,

“memek perawan memang wangi” kuberkata dalam hati sembari kuteruskan tingkahku, kujulurkan lidahku untuk menjilat klitorisnya,
“ough…” suara itu keluar dari mulut Ayu dan membuatku sangat ketakutan, tetapi setelah kulihat lagi ternyata dia hanya mengigau.

Kulanjutkan aksiku tapi dengan lebih ekstrim, ku ubah posisi ku menjadi diatas Ayu, dengan setengah jongkok kuarahkan kontol ku kea rah memek ayu, tanpa berniat untuk menjebol ku kocok kontol ku dan dengan dua jari tangan kiri ku buka memek ayu, ku kocok kontol ku sampai klimaks dan crot… crot… crot… kutumpahkan spermaku diatas memek Ayu, puas rasanya mala mini dan sepertinya bisa tidur nyenyak, sembari membereskan sperma diatas memek ayu aku melihat jam dan ternyata sudah pukul tiga.

“Mas… Mas… bangun Mas….” Samar-samar kudengar suara perempuan membangunkan ku dan ternyata setelah kulihat ternyata Ayu, dengan agak panik ku bangun dan ku bertanya
“Kok Ayu yang banguinin, kak Dilla mana?”
“kak Dilla tadi pagi-pagi banget berangkat, katanya ada event di kantor pusat di Jakarta” katanya,
“terus yang lain pada kemana” kujawab berharap Ayu tidak menyadari perbuatanku semalam
“ayah, ibu, Danti dan Agus juga udah berangkat ke subang, soalnya temennya itu meninggal”
“ough, terus ada pesen gak?dari aya atau dari kak Dilla?” kemudian Ayu menjawab sembari berjalan menuju pintu kamar “ada, katanya mas pasang alatnya minggu depan aja, terus kata ayah mas disuruh nunggu ayah pulang” ku jawab “oh gitu yah, ok deh”.

Jujur aku agak malu ketika melihat Ayu, takutnya dia mengetahui apa yang aku lakukan tadi malam, hingga akhirnya hari telah sore dan ayah belum dating juga, ku telpon dan kuberitahu kalau aku harus kembali ke Jakarta, karena besok aku harus kerja. Seminggu berlalu dan bayangan tubuh Ayu selalu melekat di ingatanku, terkadang kugunakan imajenasiku untuk masturbasi.

Sesuai janji ku kepada Dilla setiap hari Jumat sore aku berangkat dari Jakarta ke kotanya untuk menghabiskan waktuku dengannya, kugunakan waktu-waktu itu untuk sesekali menikmati keindahan tubuh Ayu yang makin lama semakin menjadi-jadi hingga akhirnya terjadilah sesuatu yang menurut aku sangat gila. Malam itu situasi sesuai dengan keinginan ku, Dilla lembur, ayah, ibu, Danti sedang menghadiri acara tahunan kenaikan sabuk Karate Agus. Ayu seperti biasa tidak menyukai jalan-jalan yang memakan waktu hingga dua hari. Kuawali aksi ku dengan membeli minuman soda (alih-alih traktiran karena aku baru saja gajian) dan martabak.

Minuman yang kubeli sebelumnya telah kucampur dengan minuman beralkohol, kucampur saat Ayu berada didapur. Setelah beberapa lama menikmati minuman yang kucampur tersebut Ayu merasa agak pusing dan mulai berbicara ngaco, kuanggap hal tersebut sebagai kesempatan, dengan kondisi Ayu yang mulai lemah kudekati dan kuraba-raba payudaranya (karena aku ikut minum jadi aku juga agak setengah sadar), mulai ada perlawanan dari Ayu, namun perlawanannya tidak sepadan dengan tenaga ku yang besar, kukulum bibirnya sembari kuremas-remas payudaranya.

“mas jangan mas, nanti ketahuan kak Dilla” katanya,
“kalo Ayu gk ngmong khan kak Dilla gak tahu” kujawab sembari kulanjutkan mengulum bibirnya
“hhmphhh…maaaaassss jangaaaannnnnn….aaaaahhhhh ough” hanya itu yang terucap dari bibir Ayu ketika aku mulai menhisap putting payudaranya dan tanganku pun mulai menyelinap kedalam celana pendek yang digunakannya, kurasakan agak lembab dan semakin basah pada celana dalamnya.
“maaaaaasssss aaaahhhhhh….jangaaaaaannnnnn” semakin menggeliat ketika tangan ku memasuki celana dalamnya, kurasakan cairan memeknya mulain terasa, ku tekan-tekan klitorisnya sembari masih menghisap payudaranya.

Perlawanan Ayu mulai berkurang ketika jari ku mulai menggosok-gosok klitorisnya dengan cepat, pantatnya pulai bergoyang mengikuti gosokan-gosokan jariku dan kata-kata yang keluar dari mulutnya sekarang hanya

“ough ah uh ah maaaaaasssss ah oh ah”. Pelan-pelan perlawanan Ayu mulain menghilang dan saat itulah ku gendong Ayu kekamar sembari kukulum bibirnya, sesampainya dikamar kurebahkan dia di atas tempat tidur, kulepaskan semua bajunnya, dan ketika aku ingin melepaskan celana dia berkata
“mas jangan donk, aku masih perawan…aku takut” ku jawab
“gak usah takut gak sakit kok” dengan agak memaksa kujawab.

Akhirnya Ayu terlentang tanpa sehelai baju pun, hanya telapak tangan menutupin memeknya dan lengan kirinya menutupi payudaranya, sembari kunikmati keindahan tubuhnya kubuka semua baju ku dan kulihat wajah Ayu agak kemerahan ketika melihat kontol ku yang sudah tegak.

Aku langsung berbaring disampingnya, kurai tangan kirinya ku arahkan ke kontol ku, pertama Ayu agak takut, namun setelah kupaksa akhirnya dia mau, sembari kukulum pentil payudaranya kurasakan kontol ku ditarik kearah depan dan Ayu mengubah posisinya menjadi miring, dengan posisi itu Ayu mulai mengosok-gosok kepala kontol ku yang besar ke liang memeknya, pelan-pelan kurebahkan badan Ayu dan posisi ku sekarang ada diatas Ayu, kubuka kakinya dan kuliha memeknya yang mulai merekah dan basah semakin membuatku terasngsang, tanpa pemanansan dan oral kulanjutkan dengan mengarahkan kontol ku ke arah liang memeknya,

“mas jangan dimasukun, Ayu takut hamil mas” Ayu berkata
“gak apa-apa, jangan takut” kujawab dengan lembut, sebelum Ayu berkata-kata kepala kontol ku sudah berada didepan lubangnya,

sembari berusaha mendorong tubuhku ayu berkata

“mas please jangan…aaaahhhhh” kepala kontol ku sudah masuk dan kubiarkan memeknya agar terbiasa menerima kepala kontol ku yang cukup besar di memeknya.

“mas sakit mas…aduh aaaahhh” dengan sedikit meracu Ayu berkata,
“gak apa-apa nanti juga enak kok” kujawab, pelan-pelan tapi pasti ku goyang agar bisa masuk semua dan ketika mulai bertambah licin langsung kutekan, akhirnya kontolku masuk semua
“maaaaaasssss sakitttttt aaaaahhhhh” kata-katanya tidak kuhiraukan, kutahan sebentar sembari menikmati sempitnya memek perawan, pelan-pelan kugoyang dan lama-kelamaan Ayu pun mulai mengikuti irama goyangan ku, merasa kenikmatan Ayu pun mulai meleguh kenikmatan,
“oh mas, ah agak kenceng sedikit mas” lalu kujawab
“iya sayang…” setelah agak lama ku genjot tubuh Ayu terlihat agak menegang dan dia berkata
“maaasssss aku gak tahan…aaaaaaaaahhhhhh” tandanya Ayu klimaks dan mulai bisa menikmati, kucabut dan kusuruh Ayu untuk membalik badannya dan menungging, Ayu pun mengikuti.

Ku sodok kontol ku dari belakang dan Ayu pun sudah tidak merasa kesakitan lagi, sembari kugoyang kulihat ada bercak darah di seprei dan disekita memeknya, ku goyang terus sampai akhirnya kusuruh Ayu untuk kembali ke posisi semula, ku kocok agak keras dan Ayu pun mulai meracu tak karuan, ku pompa dengan kencang dan akhirnya crot… crot… crot… kutumpahkan semua spermaku didalam memeknya, tubuhku langsung ambruk disamping Ayu dan kulihat Ayu menutup mukanya dan terdengar menangis, dengan sedikit rayuan dan pelukan kutenangkan ayu, dan Ayu berjanji tidak akan mengatakan apapun.

Melihat jam sudah menunjukan pukul enam sore kuputuskan untuk mandi dan kuajak serta Ayu, namun didalam kamar mandi birahi ku menjadi naik, dibawah siraman pancuran air Ayu kusuruh jongkok dan ku minta dia untuk menghisap kontol ku, dengan agak kebingungan Ayu memasukan kontol ku kedalam mulutnya, suara erotis yang keluar dari mulutnya dan tetesan sperma yang keluar dari memeknya membuat aku semakin bernafsu, kuangkat dan ku gendong Ayu, kumasukan kontol ku kedalam memeknya dalam keadaan berdiri, ku goyang-goyang dengan keras, kuubah posisi doggy style, kurasakan himpitan dinding memek Ayu semakin mengeras dan tubuh Ayu menegang, kembali Ayu akhirnya orgasme, seiring orgasme yang dialami Ayu kontol ku pun mulai menegang dan siap menyemburkan cairan kenikmatan, kuputuskan untuk kembali mengeluarkan didalam crot… crot… crot…

“ah yes” ku berteriak, setelah puas kami selesaikan mandi dan segera berpaiakian karena sebentar lagi Dilla akan kembali.

Semenjak itu aku dan Ayu semakin sering ngentot sampai akhirnya aku menikah dengan Dilla dan Ayu mempunyai pacar kami masih sering melakukan tanpa sepengetahuan pasangan kami. – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru 2015

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek

00.41 Add Comment
Foto Bugil Terbaru, Foto ABG Telanjang, Foto Ngentot |  Kali ini terdapat foto anak baru gede yang berani telanjang memamerkan tubuhnya, foto bugil ini didapat dari teman kosnya alhasil kita semua bisa melihat toketnya yang begitu menggoda dan wajah nakalnya. yuk gan mari kita lihat bersama :

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek
Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek
Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek
Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek

Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek
Foto Bugil ABG Nakal Pamer Tokek
Foto ABG, Mahasiswi ngentot hot, Gambar seks dewasa, Foto memek janda, Seks perawan, Website dewasa, Foto gadis ngentot, Memek sempit kimcil, Foto memek berdarah, Film porn, Foto ngewe, Gambar jilbob hot, Nenen lancip, Nenen besar, Foto toket gede, Gambar seks terbaru, Tante tante Ngewe, Gambar perawan telanjang, Foto Bugil, Foto Sexy, Foto HOT, Kumpulan Foto Bugil, Foto Bugil Cewek SMA dan SMP, Foto Bugil HOT | Cerita Sex Dewasa, Foto Bugil tante, Foto Bugil Cewek HOT Sexy, Kumpulan Video Bokep dan Foto Bugil Indonesia, Video Bokep, Nonton Video Bokep, Video Bokep Indonesia, Foto Bugil Indonesia, Cerita Sex tante, Foto Bugil Cewek, Foto Bugil Anak SMA terbaru, Foto Bugil HOT

Cerita Sex Senyuman Gadis Cantik Manja

01.22 Add Comment
Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum | Namaku Rio, aku berusia 28 tahun dan telah bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta. Sekitar tahun 2013 aku berkenalan dengan seorang gadis bernama Ester di bengkel mobil di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta. Awalnya, aku hendak menservis mobil kawanku di bengkel tersebut. Ketika sedang mendaftar, mataku tertuju pada sesosok tubuh wanita yang ternyata belakangan kuketahui bernama Ester, dan berprofesi sebagai Lady Service Advisor di bengkel tersebut. Kulitnya sawo matang, wajah cukup manis dan.., ini yang terutama mempunyai payudara dengan ukuran yang cukup besar (kutaksir sekitar 36B).
Saat aku memandangnya, dia tanpa sengaja melihat pula ke arahku, kami beradu pandang, terasa ada sesuatu yang mengalir di dadaku, aku balas tersenyum padanya, dia tertunduk malu. Sekitar 1 jam mobil kawanku selesai servis, kami membayar biayanya, saat di kasir ternyata Ester sedang duduk di sana, kami berpandangan lagi dan sekali lagi kuberikan senyumku yang (menurutku) cukup manis. Dan, my God dia balas tersenyum lagi.
Cerita Sex Senyuman Gadis Cantik Manja
Cerita Sex Dewasa | Sesampai di rumah, dan setelah kawanku pulang, aku telepon bengkel tadi (nomernya kudapat dari kwitansi kawanku tadi), aku minta bicara dengan Ester. “Halo, dengan siapa ini?”, demikian suara Ester di seberang sana. Ooh, sungguh seksi sekali suaranya. “Dengan Rio di sini. Saya yang tadi servis mobil dengan kawan saya dan yang berpandangan dengan kamu tadi. Boleh saya berkenalan dengan kamu?”, tanya saya. “Oh, Pak Rio. Iya saya ingat Pak. Ada keperluan apa Pak?”, tanya Ester. Waduh ini cewek, bikin penasaranku makin menjadi aja pikirku. “Saya ingin kenalan sama kamu, dan kalau mungkin saya berharap kita bisa ketemu lagi”, jawabku. “Memangnya kenapa Bapak mau ketemu saya lagi?”, tanya Ester. “Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kataku (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian). Ester tertawa kecil, “Bapak pintar ngerayu nih. Tapi hari ini saya tidak bisa, bagaimana kalau besok lusa Bapak temui saya sepulang kerja, di bengkel sekitar jam 18.00, Ok?” “Ok deh”, jawab saya tanpa pikir panjang lagi. Lusa, hari Rabu saya jemput Ester di bengkel sesuai janji kita, jam 18.00 tepat. Setelah say hello dan basa-basi sebentar, kita sudah meluncur di jalan raya. “Mau ke mana kita?”, kata Ester. “Kamu maunya ke mana?”, tanya saya.
Di luar dugaan Ester bilang kalau dia ingin sekali belajar mobil. So, kita meluncur ke parkir timur Senayan, tempat belajar mobil. Sayapun bertukar duduk dengan Ester, kita mulai berputar-putar, tiba-tiba sebuah mobil yang juga sedang belajar mengerem mendadak di depan kami. Ester menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. “Aduuh” pekik Ester. Dadanya terkena setir mobil. “Dada saya nyeri Rio” katanya. Akupun bertukar duduk lagi, dan menepikan mobilku. Kuperiksa dadanya.., dan entah bagaimana awalnya tanganku meremas payudaranya. Ester merintih, “Aahh, Rio” desahnya. Dan aku mendadak menjadi amat terangsang, kuciumi lehernya, dadanya, kutanggalkan branya, dan mataku terbeliak melihat payudara yang demikian besar menyembul dari bra Ester. Aku makin “spanning”, kuciumi puting susunya, kuhisap, kugigit kecil, terus sampai ke perut dan pusarnya, sampai ciumanku terhalang oleh celana dalamnya. Kutarik celana dalamnya kebawah, kuciumi selangkangan, bibir vagina, clitoris dan bagian dalam vaginanya, bau khas menyeruak ke hidungku. Kurasakan basah liang vaginanya. Ester mendesah, “Ooohh.., teeruus sayangg.., kamu hebaat sekalii.., aahh teeruuss Franky..”, desah Ester. Aku menarik kepalaku, “Siapa Franky?” tanyaku. Tapi rupanya “foreplay” yang kulakukan sudah membuat Ester amat terangsang, terlebih ketika kuciumi belakang telinganya, Ester meronta, merintih, menggelinjang sambil tangannya membuka paksa kemeja dan celana jeans-ku (Ssstt, kemejaku sampai copot 2 kancingnya).
Karena kurang leluasa kami pindah ke jok belakang mobil, Ester merintih, “Rrriioo.., buka doong celana dalam kamuu.., Ester udah pengen banget niih.., ayoo sayaang”. Aku yang juga sudah klimaks sekali segera membuka celana dalamku, kuarahkan penisku yang sudah teramat tegang liang vagina milik Ester, kuturunkan perlahan-lahan, Ester tiba-tiba melingkarkan kedua kakinya di pinggangku dan menekannya ke bawah. Peniskupun amblas ke dalam vaginanya, “Bleess.., ampuunn nikmatnya”, kurasakan vagina Ester sudah demikian basahnya sehingga tak sulit untuk penisku keluar masuk berirama. Kurasakan sedotan jauh di dalam sana. Ester menggelinjang, meronta, menendang, dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Ester mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi penisku jauh di dasar vagina Ester.
Cerita Sex Dewasa | Ester tersenyum puas, “Kamu hebat Rio, punyamu jauh lebih hebat dari punya pacarku”. Oh, baru aku tahu kalau Franky itu adalah pacar Ester, but who cares? ceweknya yang mau kok. Aku yang belum ejakulasi lalu meminta Ester untuk “nungging” (susah juga nih dalam mobil). Kutusukkan kemaluanku, selangkanganku beradu dengan pantatnya, gerakan kami makin cepat, cepat, dan akhirnya aku tak tahan lagi, sambil mencengkeram kuat bahu dan rambut Ester kusemprotkan seluruh cairan maniku dalam vaginanya, “Creett.., creett..”, aahh enaknya. Setelah itu kami berbaring bertindihan, berciuman lama dan bernafsu sekali. Sekitar jam 22.00 kuantar Ester pulang ke tempat kosnya di Kebon Kacang (dekat Plaza Indonesia).
Diluar tempat kosnya kulihat seorang pria sedang duduk menunggu. “Siapa Dia Ester?”, tanyaku. “Itu dia Franky, cowokku”, jawab Ester tersenyum. “Kamu begituan juga sama dia”, tanyaku. “Iya, tapi punya dia nggak seenak punya kamu Rio. Baru 3 menit juga dia udah keluar Payah”, kata Ester. “Dasar nakal kamu”, kata saya. Kami berciuman dan Esterpun masuk rumah kosnya. Aku pulang dan dalam perjalanan aku tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Kasihan si Franky, tapi Ester memang nikmat. Sekarang kudengar Ester sudah menikah dengan Franky (kata Kristine adiknya, yang bekerja di Wisma Nusantara). Kami masih “berhubungan” (tentunya sekarang ekstra hati-hati, karena ada si “bloon” Franky suami Ester).But no problem karena aku biasa hub. Ester dulu kalu mau ketemu di rumahnya di 471XX (edited) Ester adalah wanita terhebat dalam bercinta di antara beberapa cewekku yang lain. Seksi, payudara besar, montok, liar di ranjang, dan vagina yang mengisap nikmat. Aku amat menikmati setiap jengkal tubuhnya.Cerita Sex.com

Cerita Sex Terbaru: Ngentot Bareng Adik Ipar

00.49 Add Comment
Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Foto Bugil | Gubraaaakk..!!! Bunyi pintu dibanting mengagetkan kami (aku dan istriku yang sedang bertempur) di sore yang tenang .
“Huuh…ganggu orang aja…”! kataku kesal.
“Paling si Dita pah…!” sahut istriku sambil memakai daster.
Jadi loyo deh si junior….runtukku dalam hati. Untung mertuaku lagi keluar kota jenguk sodaranya yang lagi sakit.
Cerita Sex Terbaru: Ngentot Bareng Adik Ipar

Cerita Sex Dewasa | Itulah serba-serbi kehidupan kami di rumah ini. Kami adalah keluarga besar, semenjak menikahi istriku 2 tahun yang lalu aku memang numpang dirumah mertua. Di rumah ini ada juga mertua perempuan janda 50 tahun, adik istriku-Dita 22 tahun. Sedangkan aku Rudi 29 tahun dan istriku Maya 27 tahun. Sedangkan ayah mertuaku sudah meninggal setahun yang lalu. Kami belum dikaruniai anak walaupun sudah 2 tahun menikah. Maklum sama-sama sibuk kerja dan ngejar karir.

“Ada apa Dit?”, “Ribut lagi sama Robby (tunangan Dita)?” Tanya istriku.
“Pulang malming kok marah-marah gitu?” lanjut
“Iya Mbak ….lagian si Robby ngeledek terus.”jawab Dita sambil tiduran telungkup di kamarnya yang bersebelahan dengan kamarku.
“Ngatain jerawat lagi?” lanjut istriku
“Iya Mbak di depan mamanya lagi… aku kan jadi kesel!” jawabnya sambil sesunggukkan.
“Katanya kok beda sama kakak kamu yang mukanya mulus..!” lanjut Dita.
“Hmmmm….ntar deh kamu Mbak kasih tau rahasianya!” kata istriku sambil ngelus-ngelus rambut Dita dan matanya menggerling nakal kepadaku. Aku yang berdiri di pintu kamar Dita hanya bisa melongo…sambil horny liat sepasang paha Dita yang pake rok mini berbaring telungkup hingga keliatan CD ungu nya. Sedikit gambaran mengenai Dita: 165cm, 55kg, cup 34B, putih, rambut panjang bergelombang. Sedangkan Maya 168cm, 50kg, cup 34B, putih, rambut lurus panjang.
“Janji yah Mbak…!” kata Dita manja.
“OK nona manis..jangan ngambek lagi yah!” sahut istriku.
“Kita lagi enak-enakkan jadi keganggu deh…gagal maning deh!” kataku sambil ngeloyor ke kamar mandi. Kulihat disudut mata Maya melotot ke arahku.

Cerita Sex Terbaru: Ngentot Bareng Adik Ipar


Malamnya aku coba pancing-pancing istriku, maklum tadi sore ngegantung.
“Tunggu pah…si Dita blom tidur tuh!” sambil matanya nunjuk Dita yang lagi nonton tv.
“Udah ga tahan yah mas Rudi…?” Tanya Dita nengok ke arahku sambil senyum-senyum.
“Bay de wey….Mbak Maya kan janji mau ngasih tau rahasia kulit muka Mbak yang halus itu. Soalnya dulu khan Mbak Maya jerawatan juga..!” cerocos Dita.
“Oooh itu…justru ini juga Mbak Maya mau perawatan muka alias facial!” kata Maya.
“Udah deh kamu tunggu disitu…ntar Mbak bawain obat facialnya..Ayo mas aku juga dah ga tahan?” sambil berdiri dan menarik tanganku ke kamar.
“Jangan nguping ya..apalagi ngintip!” kataku ke Dita.
“Sip Mas…!” sahut Dita

Cerita Panas 2015 | Ga perlu diceritain proses pertempuran kelamin kami. Biasanya menjelang ejakulasi aku cabut kontolku dan kukocok cepat dan disembur dimuka istriku (hhmm…mungkin ini penyebab kami belum punya anak). Aku sih oke-oke aja selama Maya puas dan akupun puas.
“Pah…tolong panggilin Dita!” kata istriku.
“Hah..??” ga malu emang?” kamu kan belepotan gitu?”tanyaku.
“Udah cepetan…!”skalian biar si Dita tau obat perawatan muka yang paling manjur!” lanjut Maya.
“Dit..Dita…!” kataku sambil menggoyangkan tubuh Dita. Rupanya ia tertidur di sofa, mungkin kelamaan nunggu kali yaa..”batinku
Dasar emang si Dita kalo tidur rada susah bangun…”kesempatan nih!” dalam hati. Ku elus-elus pahanya trus naik ke perut, kuremas-remas lembut toketnya, sungguh kenyal dan empuk. Dita menggeliat-geliat. “Dit…! Bangun!” kataku.
“Dah beres yam mas?, Mbak Maya mana?”sambil kucek-kucek mata Dita bangun.
“Tuh ditunggu Mbak Maya dikamar!” jawabku. Dita langsung bangun menuju kamar. Aku berjalan dibelakangnya terlihat CD nya menerawang karena ia cuman pake daster transparan selutut…Busyet pantatnya bulet banget…batinku. Tanpa terasa kontolku bangun lagi.

“Oooo…jadi obat facialnya pake ini?” kata Dita sambil mencolek maniku di muka Maya. “Iiihh…lengket!” lanjutnya.
“Emang si Bobby ga pernah nyemprot dimuka?”tanyaku. Sambil pelototin toketnya Dita yang ga kebungkus BH.
“Mas Bobby klo Dita kocokkin begitu mau keluar langsung ambil tissue..”kata Dita.
“Emang kalian dah pernah ML?”tanyaku lagi.
“Weee…mau tau aja!”jawab Dita sambil melotot ke arahku yang lagi melototin toketnya.
“Nih kamu cobain Dit!” kata Maya.
“Yang paling bagus itu yang langsung nyemprot dari ‘alatnya’ soalnya masih panas jadi langsung kerasa khasiatnya,” kata Maya lagi.
“Coba pah keluarin lagi!” kata Maya
“Hah!!!!” kataku kaget
“Malu ahh ada Dita!” kataku nolak padahal ngarep banget.
“Sini pah aku kocokin, ntar kalo mau keluar nembak di mukanya Dita!” kata Maya sambil bangun sehingga selimutnya melorot, terpampang toket putih bulet dengan puting coklat mancung. Langsung aja Maya melorotin boxerku dan si Junior langsung greng.
“Tuh kan udah bangun! Hayoo kamu ngeliatin siapa?” kata Maya nakal sambil mengurut kontolku.
“Oohh…oohhh..gila kamu May!” kulihat Dita cuman melongo (kagum kayaknya ngeliat juniorku yang ukurannya 19cm diameter 4cm). Maya langsung tancap gas ngemut kontolku sambil tangannya ngelitikin pelerku.
“Aahh…ssshh..akh..okh..yes Mah..mantap..” ceracauku. Tanganku langsung beraksi milin putingnya Maya kiri-kanan.
“Maaaah…ssshh..aku mau keluaaargh…ahh..ahh..” desahku tertahan.
“Sini Dit…ga usah malu”kata Maya sambil geser kesamping. Tangannya tetep ngocokin kontolku yang udah siap meletus. Dita beringsut kehadapanku. Kupegang pundaknya pake tangan kanan, sementara tangan kiriku langsung hinggap di toketnya sebelah kanan.
“Akhh..akkhh..aaaaahh..yessssh..croot..croott…croo tt..” 3 kali tembakan maniku ke arah muka Dita. Keliatan Dita kaget mangap ga siap jadinya ada sebagian yang masuk mulut.
“Iiihh…hueeek..”katanya sambil mau muntah. Dengan sigap Maya meratakan mani keseluruh muka Dita dan tanganku masih tetep ngeremes toket Dita, malah udah masuk keleher dasternya sambil milin putingnya. Mumpung dia ga nyadar pikirku.
“Husshh mas…tangannya nakal!”tegur Maya sambil melotot. Dita yang nyadar langsung mundur sambil nyilangin tangannya di dada.
“Uupss…maaf abisnya kebawa suasana!” kataku.
“Udah kamu tiduran dulu..ntar kira-kira sejam ato dah kerasa kering baru dicuci pake pembersih wajah!” kata Maya memberi instruksi ke Dita.
“Udah pah jangan melotot gitu….kayak yang ga pernah liat cewe aja, kita lanjut ronde dua yuu?” kata Maya.
“Dimana mah?”di sini?”tanyaku. “Dikamar aku aja Mbak!” sahut Dita
“Yaa udah…ayo mas!” kata istriku sambil bangun dan keluar menuju kamar Dita. Hmmm bakalan lembur nih! Batinku.

Cerita Pemerkosaan | Seminggu setelah kejadian itu kulihat ada perubahan pada wajah Dita yang terlihat agak bersih walaupun masih ada jerawatnya hanya kecil-kecil. Ga kayak sebelomnya yang besar-besar mirip bisul.
“Pah aku ada konsinyasi di Cipanas 2 hari, bolehkan?”Tanya istriku pas malem kita lagi nonton tv.
“Kapan mah?”kataku balik nanya.
“Selasa pagi berangkat trus pulangnya Rabu pagi. Bolehkan?”Tanya istriku.
“Yaa boleh doong!” kataku
“Makasih pah, ntar biar Bik Surti atau mama yang masak,” kata Maya.
“Iya Rud..ntar Bik Surti aja yang masak, soalnya besok mama mau ke Bogor ke rumah Om Yanto, dan kayaknya pulangnya malem,”sahut mertuaku nimbrung. Memang aku ini suka ga mau makan kalo bukan masakan istri kecuali lagi tugas luar.
“No problemo …!” kataku.
“Mama tidur duluan ahh..,”kata mertuaku sambil ngeloyor ke kamarnya. Gak lama Dita keluar dari kamar sehabis pulang kerja dan mandi. Semerbak wangi sabun memenuhi ruangan. Aku langsung terkesiap ngeliat Dita yang pake daster tipis no Bra.
“Mau kemana Mbak?”tanya Dita
“Konsinyasi 2 hari di Cipanas!”sahut Maya.
“Yaaa…padahal aku pengen perawatan muka lagi nih,” kata Dita sambil ngelirik ke arahku.
“Kamu minta ke mas Rudi aja, tapi awas jangan kelewatan!” kata Maya setengah berbisik . Ohh god, aku diem ga bisa ngomong.
“Ok Mbak..asal mas Rudi nya ga keberatan aja!” sahut Dita sambil menggerling nakal ke arahku. Ga janji yah Dit…batinku.
Besoknya aku izin gak masuk kerja alesannya mau nganter istriku ke Cipanas. Pulangnya dijalan tol HP ku bunyi, kulihat dari Dita.
“Hallo…dimana mas?”Tanya Dita
“Masih di tol Jagorawi arah pulang baru nyampe Cibubur, knapa?” tanyaku.
“Ntar mampir ke kantorku mas, aku juga izin kerja setengah hari alesannya mau anter mama ke Bogor.” Sahut Dita diujung sana.
“OK non…tunggu 1 jam lagi ya..bye!”kataku sambil kututup telepon. Trus kupacu mobilku ke kantor Dita di Rawamangun. Satu jam kemudian nyampe kantornya ternyata Dita dah nunggu dilobby.
“Berangkaaat….”kata Dita. Aku masih diem sambil mikir…
“Mau anter mama? Kan mama tadi bareng aku berangkatnya?”tanyaku heran.
“Hihihihi….kaget yah?Dita kan pengen facial lagi mas!”jawab Dita.
“Kalo alesannya nganter mama khan sama boss langsung diizinin, masa alesannya mau facial?”kata Dita. Pinter juga ni anak..pikirku.
“Mau dimana nih?”tanyaku
“Di rumah aja mas,kan jam segini Bik Surti dah pulang…lagian kalo dirumah kan bisa santai,”cerocosnya.
Sepanjang jalan aku hanya bisa ngelirik Dita yang hari ini pake blazer dan daleman berleher rendah plus rok span selutut. Sexy banget..batinku. Kontol langsung ngaceng abiis.
“knapa mas ngelirik terus?xixixi …ada yang bangun tuh!” kata Dita sabil cekikikan.

Sampe rumah aku langsung mandi ganti baju trus makan. Dita langsung bergabung dimeja makan. Yang bikin aku ga konsen makan liat Dita pake daster hitam kontras sama kulitnya yang putih, no bra, no CD…glek bikin jakun turun naek. Beres makan aku ke ruang tengah nyalain tv, sedang DIta ke dapur beres-beres. Gak lama dia muncul trus duduk sebelahku. Di tangannya bawa peralatan perawatan kecantikan.
“Ayo mas kita mulai?”ajak Dita.
“Gimana caranya Dit?”bingung.
“Sekarang mas Rudi ngocok trus pas mau keluar arahin ke mukaku!”kata Dita.
“Di sini?trus?” tanyaku kayak orang bloon.
“Udah deh cepetan..,”katanya ga sabar
“Tapi…..” kataku ragu-ragu.
“Nih buat rangsangan, tapi jangan dipegang kayak tempo hari!”kata Dita sambil nurunin tali daster sebelah kanan. Toket putihnya langsung nyembul dengan puting mancung warna pink. Dengan semangat 45 langsung kubuka celanaku. Si junior langsung on fire. Kukocok perlahan sambil mataku gak lepas dari toket Dita. Irama kocokkan makin lama makin cepat, dan sekitar 15 menit masih belum ada tanda-tanda mau keluar.
“Knapa mas?, kok lama sih?”Tanya Dita.
“Gak tau Dit….butuh rangsangan lebih kali,”jawabku sekenanya. Dita beringsut mendekatiku. Tanganya langsung meraih kontolku. Aakkh rasanya kayak disetrum. Mataku langsung merem nikmatin kocokan Dita yang ternyata udah lihai.
“Enak mas?” tanyanya sambil ngegelitik pelerku
“Aaakhhh…enaak Dit…kamu lihai bangeeeetth..”desahku.
“Slruuup..hhmm…Dita langsung mengulum kontolku. Tanganku gak mau kalah langsung ngeremas-remas susunya yang terbuka. Nafas kami mulai memburu tanda rangsangan meningkat. Kuakui Dita lihai memainkan lidahnya di titik sensitif. Entah siapa yang mulai ternyata kami sudah bugil. Kepalang tanggung deh, kutarik kontolku dari mulut Dita. Kami berciuman saling mengait lidah. Ciumanku turun ke leher dan belakang telinga lalu ke toketnya. Kumainkan putingnya susu Dita kiri dan kanan. “aakkh..aaakhh…mas..”Desahan nikmat keluar dari mulut Dita.
Akhirnya ciumanku sampe ke memeknya. Langsung kulahap habis klitorisnya. Dita makin kelojotan. Tak henti-henti erangan dan desahan keluar dari mulutnya.
“Ooh…aakkh…maaaassh…aww..”eranganya yang bikin aku makin semangat. Gak lama kemudian Dita teriak-teriak sambil pahanya ngejepit kepalaku dan tangannya ngejambak kepalaku.
“aaakhh…aaakkh..akuuuu nyampeeee massss…” teriaknya orgasme sambil kelojotan kayak lele kesetrum. Kuhisap habis cairan yang keluar dari memeknya. Setelah itu kuangkat kepalaku kulihat Dita merem sambil ngegigit bibir.
“Gimana Dit..enak ga?kamu belom pernah diisep kayak tadi yah?”tanyaku. Dita ngga ngejawab hanya menggelengkan kepalanya.
“Aku masukin yah Dit..memek kamu dah pernah dimasukkin sama Bobby kan?” tanyaku. Dita hanya mengangguk lemah.
“Pelan-pelan yah mas….kontol mas Rudi gede banget soalnya.” Lanjutnya.
Kulebarkan pahanya…pelan-pelan kuarahkan kontolku ke memeknya. Baru masuk setengahnya kubiarkan dulu sambil ku kenyot puting susunya. Bless langsung kutancap seluruhnya..aaakhh maass….Pelan..pelaaaan..” teriak Dita. Luar biasa cengkraman memek Dita. Kontolku serasa diremas-remas didalem. Semakin Dita menggoyangkan pinggulnya semakin keras remasan yang kurasakan. Dengan ayunan konstan kupompa kontolku. Desahan dan erangan keluar dari mulut kami berdua. Bunyi gesekan kelamin dan beradunya paha membuat suasan ruangan semakin hot. Slep..sleep..plok..plok..
“Maaas….nikmat aaaakkhh aku nyampe lagiiiiii….”teriak Dita orgasme yang kedua kali. Terasa memeknya memilin-milin kontolku. Kudiamkan beberapa saat sampe Dita tenang. Kucabut kontolku kuminta Dita untuk nungging. Doggy style gaya favoritku. Pantat Dita yang putih dan semok langsung kuciumi, kujilat sampe ke lobang anusnya.
“Aaakkhh…maaaas….aaaakkh…geliiii..aduuuuh maaass…masuuukiiin maaassshh..”desahnya.
Kumasukkan kontolku ke memeknya. Luar biasa sensansinya…pantat bulet, putih semok serasa memeknya ngejepit dan ngeremes kontolku. Kupacu cepat kontolku. Bunyi pantat yang beradu dengan pahaku dan desahannya silih berganti.
“Plak..plak..plok..plok….aaaahh…ahhh…aaahh…Ditaaa. .memeek kamuuuhh mantaaaap…”ceracauku
“aahh…ooohhh…akkhh…maaaas kontol kamu enak banget..”desah Dita.
“Maaaas…akkkuuuu maauuu nyampeee lagiiii….ahhhh…aahhhh…”teriak Dita
“Maas jugaa mau keluaaar Dit….”kataku
“Maaas jangaaann…lupaa..”katanya sambil menahan desahan. Aku seperti diingatkan agar nyemprotin mani ku dimukanya Dita.
“maaaass….aku nyampeee…aaaakkkkhhh…nikmaaaat..”teriak Dita sambil ambruk telungkup. Otomatis kontolku terlepas dari memeknya. Kubalikkan tubuh Dita. Kudekatkan kontolku kemukanya sambil kukocok cepat. Dita hanya bisa merem kelelahan dengan nafas masih ngos-ngosan.
“aaakkkhh…Diiiiit..crooot…crooot…croot…crooot..”te mbakan maniku kena wajahnya. Gilaaa sexy banget nih cewek…kataku dalem hati. Aku langsung ambruk terlentang dikarpet. Kulihat Dita meratakan maniku keseluruh wajahnya.
“Diiit…maaf yah, kita jadi keterusan ML gini..”kataku. Ada perasaan bersalah kepada Maya istriku.
“Kamu jahat maass…,bikin aku lemes nikmat gini..”kata Dita pelan.
“Kamu gak apa-apa kan Dit?”tanyaku.
“Ga apa-apa mas, lagian nikmat banget mas…Ntar malem lagi yaa mass…!”jawab Dita.
“Tapi Maya gimana?”tanyaku takut
“Nyantai maas…ntar biar Dita yang ngomong ke Mbak Maya…”jawab Dita.
Ooh indahnya….aku gak bisa ngebayangin reaksi Maya jika tahu aku dah ngentot adik kandungnya. Gimana entar aja lah…kataku dalem hati.
Akhirnya malemnya kami bermain lagi sampe subuh. 2 kali aku nyemprot mani. Yang pertama ke mukanya yang terakhir aku semprotin di dalem memek Dita. Untungnya bukan pas masa suburnya..thx god amaaan cuy. cerita sex dewasa.com